Rabu, 15 April 2026

Dipisahkan Waktu, Disatukan Takdir: Kisah Cinta yang Kembali Oleh Kehendak Allah


Pada hari Rabu, 15 April 2026, di Aula KUA Tegowanu, Abdul Khanip melaksanakan bimbingan perkawinan (bimcatin) kepada sepasang calon pengantin dengan inisial JTS dan SHT. Namun, pertemuan itu bukan sekadar bimbingan biasa—melainkan sebuah kisah perjalanan cinta yang begitu panjang, penuh ujian, dan sangat menggugah hati siapa pun yang mendengarnya.

Pasangan ini sejatinya bukan orang asing satu sama lain. Mereka pernah menjadi suami istri, pernah membangun rumah tangga bersama, dan dikaruniai dua orang anak—seorang putra dan seorang putri. Bertahun-tahun mereka menjalani kehidupan sebagai keluarga, berbagi suka dan duka, hingga pada suatu masa, tanpa sebab yang begitu jelas, takdir membawa mereka pada perpisahan. Perceraian pun terjadi.

Namun yang unik, bahkan sangat langka, adalah apa yang terjadi setelah perpisahan itu. Selama 23 tahun berpisah, tidak pernah ada kebencian yang tumbuh di antara keduanya. Tidak ada dendam yang membekas di hati. Mereka tetap menjalin komunikasi yang baik, saling menyapa melalui pesan singkat, saling berbagi kabar, dan tetap hadir sebagai orang tua bagi kedua anaknya. Ikatan itu tidak pernah benar-benar putus—hanya berubah bentuk.

Seolah Allah masih menyimpan cerita indah yang belum selesai, suatu hari anak bungsu mereka mengirimkan pesan kepada keduanya. Sebuah pesan sederhana, namun penuh makna dan harapan: agar ayah dan ibunya kembali bersatu, membangun kembali rumah tangga yang dulu sempat runtuh di tengah jalan.

Pesan itu dikirim beberapa hari sebelum takdir Allah kembali berbicara. Anak yang menjadi penghubung harapan itu dipanggil oleh Allah SWT akibat sebuah kecelakaan. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam, namun sekaligus meninggalkan wasiat cinta yang begitu kuat—sebuah pesan yang kini terpatri dalam hati kedua orang tuanya.

Pesan itulah yang kemudian menjadi titik balik. Menjadi jembatan yang menghubungkan kembali dua hati yang telah lama berjalan sendiri-sendiri. Menjadi alasan untuk membuka lembaran baru, bukan sebagai orang asing, tetapi sebagai dua insan yang pernah saling mencintai dan kini dipertemukan kembali oleh takdir-Nya.

Betapa indah skenario Allah. Dia yang menggerakkan hati manusia, yang membolak-balikkan perasaan, yang mengatur setiap pertemuan dan perpisahan. Tidak ada satu pun yang terjadi di langit dan di bumi ini tanpa izin-Nya. Bahkan hati manusia pun tidak luput dari campur tangan-Nya.

Kisah ini seakan menjadi pengingat akan perkataan para salafus shalihin:
"Engkau tidak akan berhenti tersenyum ketika melihat betapa indahnya takdir Allah bagi hamba-Nya."

Di balik luka, Allah menyimpan penyembuh.
Di balik perpisahan, Allah siapkan pertemuan kembali.
Dan di balik duka yang mendalam, Allah hadirkan hikmah yang tak terhingga.

Kini, JTS dan SHT melangkah kembali, bukan sebagai dua orang yang baru bertemu, tetapi sebagai dua hati yang telah diuji oleh waktu, disucikan oleh kesabaran, dan dipersatukan kembali oleh cinta yang diridhai-Nya.

Semoga rumah tangga yang akan mereka bangun kembali menjadi lebih kokoh, lebih penuh syukur, dan lebih dekat kepada Allah SWT. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Bimbingan Calon Pengantin (Bimcatin) kepada pasangan calon pengantin Daryanto dan Dika Novia Pangestuti

  aporan Kegiatan Bimbingan Calon Pengantin (Bimwin/Bimcatin) P ada tanggal 3 Juni 2026, KUA Kecamatan Tegowanu melaksanakan kegiatan Bimbi...