Pada hari Rabu, 15 April 2026, bertempat di Aula KUA Tegowanu, Abdul Khanip melaksanakan kegiatan bimbingan perkawinan (bimcatin) kepada calon pengantin, yaitu Yusuf Maimun dan Dewi Ernawati dari Kedungwungu. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan suasana yang menyentuh hati.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Khanip mengawali dengan sebuah pertanyaan sederhana namun sarat makna kepada kedua calon pengantin, “Siapa yang paling berjasa dalam hidup njenengan hingga bisa berada di titik ini, duduk berdampingan di sini?” Dengan penuh keyakinan, keduanya menjawab, “Orang tua.”
Jawaban tersebut menjadi momen refleksi yang mendalam. Disampaikan bahwa memang benar, orang tua adalah sosok yang paling berjasa dalam kehidupan setiap manusia. Sejak lahir hingga dewasa, merekalah yang telah mencurahkan segalanya kasih sayang, perhatian, pengorbanan, bahkan tanpa pernah meminta balasan sedikit pun.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa setelah memasuki jenjang pernikahan, akan hadir orang tua baru dalam kehidupan, yaitu mertua. Bersamaan dengan itu, hadir pula keluarga baru dan lingkungan baru yang harus diterima dengan lapang dada serta disikapi dengan penuh cinta dan penghormatan. Mertua bukan sekadar keluarga tambahan, melainkan orang tua yang harus dimuliakan sebagaimana memuliakan orang tua kandung.
Ditekankan pula bahwa hubungan dengan mertua tidak boleh dipandang sebelah mata. Bahkan dalam kondisi apapun, termasuk jika terjadi hal yang tidak diinginkan dalam rumah tangga, mertua tetaplah orang tua yang harus dihormati. Oleh karena itu, jangan sampai terucap kata-kata yang menyakiti, seperti menganggap mertua pelit atau tidak menyayangi, karena hal tersebut tidak mencerminkan sikap seorang anak yang berakhlak mulia.
Suasana semakin haru ketika disampaikan bahwa pada hari pernikahan nanti, orang tua akan menyerahkan sesuatu yang paling berharga dalam hidup mereka, yaitu anak yang telah mereka rawat, didik, dan cintai sejak lahir. Penyerahan itu bukanlah hal yang sederhana, melainkan bentuk kepercayaan yang sangat besar.
Jika diandaikan semua pengorbanan orang tua harus dibalas dengan materi, maka tidak akan ada seorang pun yang mampu menggantinya. Berapapun jumlah harta yang dimiliki, bahkan jika seseorang berpenghasilan jutaan setiap hari, tetap tidak akan sanggup membayar kasih sayang, pendidikan, dan pengorbanan orang tua sejak anak dilahirkan hingga dewasa.
Melalui penyampaian tersebut, diharapkan calon pengantin mampu menyadari betapa pentingnya menghormati orang tua dan mertua, serta menjadikannya sebagai landasan dalam membangun rumah tangga yang harmonis, penuh cinta, dan diliputi keberkahan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar