Selasa, 17 Maret 2026

Birrul Walidain: Kunci Berbakti dan Meraih Ridha Allah









































Birrul walidain berarti berbuat baik kepada kedua orang tua. Hal ini merupakan kewajiban yang disyariatkan dalam agama Islam dan menempati urutan kedua setelah beribadah kepada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah:

وَٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡـًٔ۬ا‌ۖ وَبِٱلۡوَٲلِدَيۡنِ إِحۡسَـٰنً۬ا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.”

Birrul walidain juga merupakan bentuk rasa syukur kita kepada orang tua. Sebab hingga saat ini kita dapat merasakan kehidupan, memperoleh kedudukan, memiliki ilmu, tempat tinggal, dan berbagai kenikmatan lainnya yang tidak terhitung jumlahnya. Semua itu tidak lepas dari peran dan jasa kedua orang tua kita.

Marilah kita sejenak membayangkan perjuangan seorang ibu ketika mengandung. Selama masa kehamilan, aktivitasnya tidak senyaman biasanya, tidurnya tidak nyenyak, makannya tidak enak, dan kondisinya semakin hari semakin berat dan lemah. Sebagaimana firman Allah:

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ بِوَٲلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُ ۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٍ۬

“Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah.”

Setelah sembilan bulan mengandung, ibu melahirkan kita ke dunia dengan rasa sakit yang tidak dapat digambarkan, bahkan mempertaruhkan nyawa. Setiap hari beliau merawat, memberi makan, minum, dan pakaian dengan penuh kasih sayang yang tidak dapat diukur dengan apa pun.

Ketika kita beranjak dewasa, orang tua berusaha memberikan pendidikan yang terbaik tanpa mengharapkan balasan apa pun. Mereka hanya berharap kepada Allah agar anak-anaknya menjadi anak yang saleh dan salehah, bahagia di dunia dan di akhirat.

Dengan segala jasa dan kasih sayang orang tua yang tidak ternilai, Allah berfirman:

أَنِ ٱشۡكُرۡ لِى وَلِوَٲلِدَيۡكَ إِلَىَّ ٱلۡمَصِيرُ

“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu; hanya kepada-Ku-lah tempat kembalimu.”

Lalu bagaimana cara membalas kebaikan kedua orang tua? Allah telah menjelaskan dalam firman-Nya:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلۡوَٲلِدَيۡنِ إِحۡسَـٰنًا ۚ إِمَّا يَبۡلُغَنَّ عِندَكَ ٱلۡكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوۡ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوۡلًا كَرِيمًا (23) وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا

“Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah satu atau keduanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan ‘ah’ kepada mereka dan janganlah kamu membentak mereka, tetapi ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, sayangilah mereka keduanya sebagaimana mereka telah mendidikku waktu kecil.’”

Tidak ada komentar:

Bimbingan Calon Pengantin (Bimcatin) kepada pasangan calon pengantin Daryanto dan Dika Novia Pangestuti

  aporan Kegiatan Bimbingan Calon Pengantin (Bimwin/Bimcatin) P ada tanggal 3 Juni 2026, KUA Kecamatan Tegowanu melaksanakan kegiatan Bimbi...