Rabu, 29 April 2026

Jodoh dalam Skenario Allah: Bimbingan Menuju Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

 


Pada hari Senin, 27 April 2026, Abdul Khanip melaksanakan bimbingan kepada calon suami istri, Dwi dan teguh, dalam rangka pembinaan menuju kehidupan rumah tangga yang sakinah.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa jodoh adalah rahasia Allah yang tidak ada seorang pun mengetahui secara pasti kapan, di mana, dan dengan siapa seseorang akan dipertemukan. Sebagaimana kisah sederhana namun penuh makna, seorang guru SD di wilayah Tegowanu yang dipertemukan jodohnya dengan seorang tukang foto. Pertemuan itu bermula dari jasa dokumentasi ujian anak-anak kelas 6, yang kemudian berlanjut hingga ke jenjang pernikahan. Dari kisah tersebut dapat diambil pelajaran bahwa jodoh adalah bagian dari skenario Allah yang harus diyakini dan disyukuri.

Allah berfirman:

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).”
(QS. Adz-Dzariyat: 49)

Jodoh bukan semata-mata ditentukan oleh rupa, harta, atau kedudukan, melainkan kecenderungan hati yang digerakkan oleh Allah melalui perantara hamba-hamba-Nya. Rasulullah bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا، وَلِحَسَبِهَا، وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Wanita dinikahi karena empat perkara: hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung.”

Namun demikian, untuk mencapai keluarga yang harmonis tidaklah mudah. Dibutuhkan pengorbanan, keseriusan, dan keuletan. Rumah tangga ibarat bahtera yang berlayar di lautan, tidak lepas dari ombak dan badai. Oleh karena itu, komunikasi yang baik menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan.

Rasulullah juga mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan dalam rumah tangga:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya.” (HR. Tirmidzi)

Selain itu, dalam menghadapi permasalahan rumah tangga, hendaknya tidak mudah melibatkan orang lain secara berlebihan, karena bisa menimbulkan persoalan baru. Menjaga aib dan kehormatan rumah tangga merupakan bagian dari tanggung jawab suami istri.

Yang tidak kalah penting, pasangan harus selalu mengingat janji suci yang diucapkan di hadapan penghulu, orang tua, dan para saksi. Janji tersebut bukan hanya ikatan lahir, tetapi juga ikatan batin yang disaksikan oleh Allah .

Sebagai pondasi utama dalam rumah tangga adalah agama, khususnya menjaga shalat. Allah berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45)

Dengan menjaga shalat dan ketaatan kepada Allah, insyaAllah rumah tangga akan dibimbing menuju ketenangan dan kedamaian yang hakiki.

Semoga Lilis Kh dan Andreas dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta senantiasa diberi kekuatan dalam menghadapi setiap ujian kehidupan rumah tangga. Aamiin.

 

Tidak ada komentar:

Bimbingan Calon Pengantin (Bimcatin) kepada pasangan calon pengantin Daryanto dan Dika Novia Pangestuti

  aporan Kegiatan Bimbingan Calon Pengantin (Bimwin/Bimcatin) P ada tanggal 3 Juni 2026, KUA Kecamatan Tegowanu melaksanakan kegiatan Bimbi...