Pada hari Senin, 27 April 2026, Abdul Khanip melaksanakan bimbingan kepada calon suami istri, Dwi dan teguh, dalam rangka pembinaan menuju kehidupan rumah tangga yang sakinah.
Dalam kesempatan tersebut
disampaikan bahwa jodoh adalah rahasia Allah ﷻ yang tidak ada seorang pun mengetahui
secara pasti kapan, di mana, dan dengan siapa seseorang akan dipertemukan.
Sebagaimana kisah sederhana namun penuh makna, seorang guru SD di wilayah
Tegowanu yang dipertemukan jodohnya dengan seorang tukang foto. Pertemuan itu
bermula dari jasa dokumentasi ujian anak-anak kelas 6, yang kemudian berlanjut
hingga ke jenjang pernikahan. Dari kisah tersebut dapat diambil pelajaran bahwa
jodoh adalah bagian dari skenario Allah yang harus diyakini dan disyukuri.
Allah ﷻ berfirman:
وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ
لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
“Dan segala sesuatu Kami
ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).”
(QS. Adz-Dzariyat: 49)
Jodoh bukan semata-mata
ditentukan oleh rupa, harta, atau kedudukan, melainkan kecenderungan hati yang
digerakkan oleh Allah melalui perantara hamba-hamba-Nya. Rasulullah ﷺ
bersabda:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا،
وَلِحَسَبِهَا، وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ
تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Wanita dinikahi karena empat
perkara: hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah
karena agamanya, niscaya kamu beruntung.”
Namun demikian, untuk mencapai
keluarga yang harmonis tidaklah mudah. Dibutuhkan pengorbanan, keseriusan, dan
keuletan. Rumah tangga ibarat bahtera yang berlayar di lautan, tidak lepas dari
ombak dan badai. Oleh karena itu, komunikasi yang baik menjadi kunci utama
dalam menjaga keharmonisan.
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan
pentingnya menjaga keharmonisan dalam rumah tangga:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا
خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
“Sebaik-baik kalian adalah
yang paling baik terhadap keluarganya.” (HR. Tirmidzi)
Selain itu, dalam menghadapi
permasalahan rumah tangga, hendaknya tidak mudah melibatkan orang lain secara
berlebihan, karena bisa menimbulkan persoalan baru. Menjaga aib dan kehormatan
rumah tangga merupakan bagian dari tanggung jawab suami istri.
Yang tidak kalah penting,
pasangan harus selalu mengingat janji suci yang diucapkan di hadapan penghulu,
orang tua, dan para saksi. Janji tersebut bukan hanya ikatan lahir, tetapi juga
ikatan batin yang disaksikan oleh Allah ﷻ.
Sebagai pondasi utama dalam rumah
tangga adalah agama, khususnya menjaga shalat. Allah ﷻ berfirman:
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ
وَالْمُنْكَرِ
“Sesungguhnya shalat itu
mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45)
Dengan menjaga shalat dan
ketaatan kepada Allah, insyaAllah rumah tangga akan dibimbing menuju ketenangan
dan kedamaian yang hakiki.
Semoga Lilis Kh dan Andreas dapat
membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta senantiasa diberi
kekuatan dalam menghadapi setiap ujian kehidupan rumah tangga. Aamiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar