Pada hari Sabtu, tanggal 14 Maret 2026, Penyuluh Agama Islam, Abdul Khanip, melaksanakan kegiatan bimbingan remaja usia sekolah di Madrasah Aliyah Al Muayyad 3. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas X hingga XII dengan penuh antusias dan semangat. Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif, di mana para peserta aktif menyimak, bertanya, dan merespon materi yang disampaikan.
Dalam kegiatan tersebut, disampaikan materi tentang bahaya pernikahan dini yang sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini. Dijelaskan bahwa pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan pada usia yang belum matang, baik dari segi fisik, mental, maupun sosial. Remaja yang menikah di usia dini cenderung belum siap menghadapi tanggung jawab besar dalam kehidupan rumah tangga.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pernikahan dini memiliki berbagai dampak negatif, baik dari segi kesehatan, psikologis, maupun sosial ekonomi. Dari sisi kesehatan, pernikahan dini berisiko terhadap keselamatan ibu dan anak karena organ reproduksi yang belum siap. Dari sisi psikologis, emosi yang belum stabil dapat memicu konflik dalam rumah tangga. Sedangkan dari sisi sosial dan ekonomi, pernikahan dini seringkali menyebabkan putus sekolah dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Dalam perspektif Islam, pernikahan dianjurkan bagi mereka yang telah memiliki kesiapan yang matang. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
Kata “mampu” dalam hadits tersebut tidak hanya berarti mampu secara finansial, tetapi juga mencakup kesiapan mental, fisik, dan tanggung jawab dalam membina rumah tangga.
Selain itu, para siswa juga diingatkan pentingnya menjaga diri dari pergaulan bebas yang dapat menjerumuskan kepada perbuatan yang dilarang oleh agama. Allah SWT berfirman:
Sebagai solusi, para remaja diarahkan untuk fokus pada pendidikan, meraih cita-cita, menjaga pergaulan yang sehat, serta meningkatkan keimanan dan ibadah sebagai bekal masa depan. Pernikahan bukanlah sesuatu yang harus disegerakan tanpa kesiapan, melainkan perlu direncanakan dengan matang agar dapat membangun keluarga yang harmonis dan bahagia.
Kegiatan bimbingan ini berlangsung dengan sangat menarik dan penuh semangat. Para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama saat sesi tanya jawab. Di akhir kegiatan, suasana semakin meriah dengan adanya pembagian doorprize yang menarik, sehingga menambah semangat dan kebahagiaan peserta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para remaja memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya kesiapan dalam pernikahan serta mampu menjaga diri dan merencanakan masa depan dengan lebih bijak, sehingga kelak dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar